Ciri-ciri orang yang memakmurkan masjid

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Ciri-ciri orang yang memak­murkan masjid, seperti yang tercantum dalam Al Qur'an Surat At-Taubah ayat 18 di atas adalah :

1. Beriman kepada Allah SWT dan  Hari Akhir.
Iman adalah syarat utama yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin memakmurkan masjid. Iman mesti membuahkan amal. Di antara amal yang harus dilakukan oleh seorang muk­min adalah memakmurkan masjid. Demikian pula iman kepada hari akhir, sebab seorang mukmin akan berha­rap kelak Allah memberikan balasan surga bagi orang yang memakmurkannya.

2. Mendirikan Shalat.
Ketika adzan berkumandang, mereka akan bersegera menuju masjid untuk mendirikan shalat. Nabi Muhammad SAW sendiri adalah orang yang melak­sanakan shalat di awal waktu, berjamaah, dan bertempat di masjid.

Begitu pentingnya shalat berjamaah di masjid, seorang yang buta saja tetap dipe­rintahkan untuk mendirikan shalat di masjid. Sabdanya: "Wahai Rasulullah, aku adalah seorang laki-laki yang buta. Rumahku jauh dan aku tidak memiliki orang yang menuntun".

"Apakah aku mempunyai keringanan untuk shalat di rumah?" Rasul bertanya: "apakah kamu mende­ngar seruan (adzan)?" Ia berkata: "Ya". Rasul bersabda: "Aku tidak mendapatkan keringanan un­tuk­mu”. (HR. Abu Daud).

3. Membayar zakat.
Ketika seseorang mendirikan shalat di masjid, mereka akan membentuk shaf yang lurus dan rapat. Seluruh makmum berada di belakang imam tanpa membedakan antara si kaya dengan si mikin. Seorang jenderal bisa bersentuhan bahu dengan seorang prajurit. Semua sama statusnya di antara ja­maah, yaitu makmum. Mereka saling menghormati dengan penuh kasih sayang.

Jika mereka menyadari arti jamaah tersebut, maka mereka akan menyaksikan adanya si miskin yang membutuhkan bantuan. Karena itu pula, orang yang mendirikan shalat mesti memiliki kepedulian sosial yang tinggi, salah satu wujudnya adalah membayar zakat.

4. Tidak takut ke­cuali kepada Allah.
Orang yang memakmurkan masjid adalah orang yang tidak takut kecuali hanya kepada Allah semata. Ketakutan tersebut akan men­do­rong seseorang melaksanakan ibadah, bukan justru jauh dari Allah. Bahkan jika terjadi dua ketakutan atau lebih yang dihadapi seseorang, yakni takut kepada Allah dan takut kepada selain-Nya, maka ketika itu ia tidak takut kecuali kepada Allah.

Inilah yang membedakan antara seorang mukmin dengan musyrik. Seorang musyrik boleh jadi mengorbankan kepentingan Tuhan yang mereka sembah karena rasa takut mereka kepada pemuka dan tokoh-tokoh masyarakat, sedangkan seorang muslim bersedia mengorbankan segala sesuatu demi rasa takutnya kepada Allah SWT.

Comments

Popular posts from this blog

Kegiatan Takmir Masjid Baitussalam

Keutamaan Memakmurkan Masjid

Seni Islami

Selamat Datang

Cara Memakmurkan Masjid

Majelis Ta'lim

Pelajaran Seni Baca Al Qur'an

Peran dan Fungsi Masjid